BERITA UNIK BERITA VIRAL Uncategorized

Gara-gara Telat Bayar Utang 5 Hari, Perempuan di Jakarta Diteror Pinjol

Gara-gara Telat Bayar Utang 5 Hari, Perempuan di Jakarta Diteror Pinjol

BOLASINGA.NET – Perytama Gara-gara Telat Bayar Utang 5 Hari, lalu Perempuan di Jakarta Di teror Pinjol Seorang wanita di Jakarta di duga di teror perusahaan pinjaman online (pinjol).

Warga Cilincing berinisia PDY (25 tahun) itu di teror pinjol karena telat membayar utang lima hari.



kedua Perusahaan pinjol tersebut meneror PDY dengan cara menyebar foto dirinya yang di sandingkan dengan gambar wanita telanjang.

Selain itu, dalam pesan singkat yang di sebarkan ke orang-orang terdekat PDY, pelaku juga memberi keterangan ‘OPEN BO + YUK JAPRI’.

Berbagai teror tersebut di terima PDY jadi setelah dirinya meminjam uang dari beberapa perusahaan pinjol.

“Yang di pinjam Rp 6 juta, yang saya terima Rp 4 juta, dan dalam waktu 7 hari,” kata PDY, Rabu (11/8/2021).

Pihak perusahaan pinjol meminta PDY melunasi uang tersebut dalam waktu 7 hari.

Namun, PDY baru bisa membayarnya lima hari setelah jatuh tempo dan selama keterlambatannya itu korban mulai menerima teror.

“(Terlambat) dalam jangka waktu 5 hari di tagih, kalau saya tidak mau bayar di sebar data-data saya,” kata PDY.

PDY mengaku sudah melunasi pinjamannya itu, bahkan melebihi dari perjanjian awal.

Akan tetapi, pihak perusahaan pinjol malah menyebar data dan foto-foto yang mencemarkan nama baik PDY.

“Saya dapat teror-teror untuk ke semua kontak saya. Foto saya di sandingkan dengan foto wanita bugil dengan tulisan open BO,” kata PDY.

“Padahal sudah di lunasi dan yang saya lunasi lebih dari Rp 6 juta,” ucap dia.

Kuasa hukum korban, Karolus Seda berharap laporan dari kliennya segera di tindaklanjuti kepolisian.

Pasalnya, aksi teror yang di lakukan perusahaan pinjol tersebut telah menyerang martabat korban.

“Kami berharap ke pihak Polres Metro Jakarta Utara untuk secara serius menangani ini. Mereka mengirimkan gambar seperti itu menyerang martabat klien kami sudah keterlaluan,” ucap Karolus. 

Mengapa banyak yang tertarik pinjol?

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan alasan masih banyaknya masyarakat yang menjadi korban peminjaman online (Pinjol) ilegal.

Menurut Rusdi, mayoritas korban mengaku pinjol ilegal memberikan kemudahan dalam proses peminjaman uang.


Tidak perlu syarat khusus dan berbelit-belit untuk meminjam uang di pinjol ilegal.

“Mengapa masyarakat favorit memilih pinjol ini karena dengan beberapa pertimbangan. Antara lain, proses yang tidak berbelit-belit dengan pinjaman online ini, waktunya pun tidak terlalu lama pinjaman segera dapat cair,” kata Rusdi kepada wartawan, Jumat (30/7/2021).

Tak hanya itu, kata Rusdi, korban rata-rata juga diiming-imingi bunga rendah dan tenor angsuran yang lama oleh para pinjol ilegal, yang nyatanya, hal ini tidaklah benar.

“Janji yang awalnya bahwa pinjaman akan waktunya cukup lama, tetapi dalam pelaksanaannya itu semua tidak sesuai daripada perjanjian awal. Kemudian bunga yang ditawarkan rendah kemudian dalam prosesnya bunganya lebih tinggi dari perjanjian awal,” jelasnya.

Karena dibohongi, Rusdi menyatakan banyak korban yang menolak membayar.

Namun ketika itu, para pinjol ilegal baru melakukan intimidasi kepada korbannya.

“Maka proses selanjutnya ada pengancaman yang dilakukan oleh para debt collector yang bekerja pada perusahaan peminjamannya. Sehingga, hal-hal seperti ini menimbulkan masalah-masalah di masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mencatat telah banyak laporan korban yang masuk ke pihak kepolisian. Beberapa di antaranya juga telah dilakukan penindakan hukum.

“Cukup banyak laporan di kepolisian, baik di Bareskrim atau di satuan-satuan ke wilayahan. Oleh karena itu untuk meredam permasalahan seperti ini, Polri melakukan langkah gakkum terhadap pinjaman online yang dilakukan perusahaan yang ternyata setelah didalami tidak mendapat izin dari instansi berwenang, khususnya dari OJK,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *