BERITA VIRAL

Siswi SMP Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya ke Dalam Toilet

Siswi SMP Buang Bayi yang Baru Di lahirkannya ke Dalam Toilet

Majalahsinga   Perbuatan kakek – kakek ini jangan di tiru.

Di beritakan sebelumnya siswi SMP usia 14 tahun hamil dan melahirkan bayi setelah di rudapaksa seorang kakek usia 60 tahun.

Siswi SMP asal Banyuwangi, Jawa Timur itu terpaksa melahirkan bayinya di toilet klinik dokter.

Setelah melahirkan bayinya, siswi SMP itu membuang bayinya ke dalam sumur.

Aksi membuang bayi nya pun terbongkar lewat rekaman CCTV yang di pasang di klinik.

dr Neni Destriana, dokter umum yang di datangi pelaku membenarkan kejadian pembuangan bayi di tempatnya.

Menurut Neni, pelaku awalnya datang ke kliniknya karena mengeluh sakit di perutnya.

“Saat di lakukan pemeriksaan anak perempuan ini izin ke toilet. Tapi di toilet sangat lama sekitar 20 menit.”

“Akhirnya saya dahulukan pasien lain, karena saat itu sedang ramai pasien,” katanya

Setelah pasien mulai lenggang

seorang perawat curiga karena melihat banyak bercak darah di toilet.

Setelah pasien mulai lenggang

seorang perawat curiga karena melihat banyak bercak darah di toilet.

Setelah hampir 20 menit

Siswi SMP Buang Bayi yang Baru Dilahirkanny

remaja perempuan itu pun tampak memegang bayi dan kemudian membuangnya ke tempat sampah.

“Lewat pintu belakang, pasien itu melemparkan bayi itu ke dalam sumur. Ada bercak darah di sekitar sumur.”

“Setelah kita lihat ada bayi di dalamnya. Kami langsung lapor polisi,” jelas Neni.

Pihak kepolisian pun langsung datang ke lokasi dan langsung mlakukan p

Di rudapaksan Kakek

Usut punya usut, rupanya siswi SMP tersebut merupakan korban rudapaksa seorang kakek berinisial S.

S yang merupakan warga Kecamatan Blimbingsari pertama kali merudapaksa korban pada April 2020.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, rudakpasa di lakukan saat kedua orangtua korban tak ada di rumah.

Agar menuruti hasrta pelaku, korban di imingi-imingi dan di ancam hingga ia hamil dan melahirkan.

Di duga korban panik dan membuang bayinya ke dalam sumur.

Kini pihak kepolisan juga telah menangkap S, pelaku rudapaksa remaja di bawah umur tersebut.

Untungnya, polisi menerapkan restorative justice pada siswi SMP yang merupakan korban dari rudapaksa tersebut.

korban yang masih berusia 14 tahun tersebut.

Hal tersebut di sampaikan oleh Kapolresta Banyuwangi AKBP Nasrun Pasaribu, Sabtu (11/9/2021).

Restorative justice merupakan penyelesaian perkara untuk membangun sistem peradilan pidana yang peka terhadap masalah korban.

Proses ini memang banyak di gunakan sebagai alternatif penyelesaian perkara pidana pada anak di bawah umur.

Siswi SMP Buang Bayi yang Baru Dilahirkanny

“Untuk status hukum kami laksanakan restorative justice karena yang bersangkutan masih di bawah umur.”

“Dia juga korban, sehingga kita laksanakan restorative justice dalam bentuk di versi ” kata Nasrun.

Selain itu, restorative justice juga memikirkan bagaimana masalah hukum dengan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.

“Kami berpikir dengan masa depan anak ini. Apa yang di lakukan memang salah, tapi juga bisa karena panik,” ucap Nasrun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *