BERITA UNIK

Kuasai PIN ATM Warga yang Masih Polos, Pemilik E-Warung di Lumajang Tilap Dana Bansos

Kuasai PIN ATM Warga yang Masih Polos, Pemilik E-Warung di Lumajang Tilap Dana Bansos

www.bolasinga.org –  Kuasai PIN ATM Warga yang Masih Pemilik e-warung dan pendamping penyalur dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sawaran Kulon Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Jawa Timur

di duga menilap dana bantuan yang seharusnya mereka salurkan.

Ternyata para oknum sudah melakukan pelanggaran selama kurun waktu 2 tahun. Selama itu mereka memanfaatkan kepolosan warga.

Program bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat justru di manfaatkan oleh penyalur bantuan.

Pin ATM yang semestinya menjadi rahasia penerima bantuan telah di ketahui oleh mereka.

” Jadi setiap ada warga yang datang ke warung kan kartunya digesek dulu ke alat (mesin EDC) untuk melihat saldo “

“Nah tapi itu yang mencet pin bukan si penerima bantuan malah yang punya e-warong,” kata Ika Agustina, istri Kepala Desa Sawaran Kulon.

Kesempatan itu di gunakan oleh pemilik e-warong untuk berbuat curang. Uang bantuan pemerintah yang seharusnya bisa di nikmati oleh penerima PKH/BPNT justru sebagaian di transfer ke rekening pribadinya.

Setelah berhasil, pemilik e-warong mengatakan bahwa saldo penerima bantuan kosong.

“Terus si pemilik e-warong bilang ke penerima bantuan kalau dananya belum masuk,” ungkapnya.

Tapi sepandai-pandainya bangkai di tutupi baunya tetap tercium juga. Kasus itu terbongkar setelah salah satu warga berinsiatif melakukan transaksi e-warung di desa lain.

Kini perangkat Desa Sawaran Kulon telah mendalami kasus tersebut. Baru sehari posko pengaduan di buka di balai desa setempatnya setidaknya ada 100 warga yang menjadi anggota penerima PKH/BNPT rugi hingga jutaan rupiah.

Sugeng Kepala Desa Sawaran Kulon mengatakan beberapa hari lalu sebelum posko pengaduan di buka pihaknya sudah mengadakan musyawarah antara perwakilan warga dengan pemilik e-warong dan oknum pendamping penyalur bantuan.

Dalam pertemuan itu pemilik e warong dan oknum pendamping bantuan menyatakan

bersedia mengganti seluruh dana bantuan warga yang ditilep

“Cuman setiap malam pulang dari balai desa banyak warga yang menekan saya. Kasus ini harus di tindaklanjuti secara proses hukum,” pungkasnya. (Tony Hermawan)

Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Modus Dugaan Kecurangan Penyaluran BPNT dan PKH di Lumajang oleh E-Warung dan Pendamping

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *