bolasingaLOUNGE – Persela Lamongan adalah anomali dalam sepak bola Indonesia. Bagaimana tidak, klub ini berasal dari sebuah kabupaten, berbeda dari klub lain yang biasanya berasal dari kota besar, tapi bisa bertahan di kasta tertinggi Indonesia sejak 2004.
Memang, prestasi klub berjulukan Laskar Joko Tingkir itu tak terlalu baik karena kerap menghuni papan bawah klasemen akhir. Namun, Persela Lamongan tetap mampu mengorbitkan banyak pemain menembus level nasional hingga memoles pemain asing anyar
Mereka baru kembali berlatih pada awal bulan ini.
Hanya beberapa saja yang tergolong nama-nama dengan jam terbang tinggi di pentas kasta tertinggi.
Sebut saja Dwi Kuswanto, Birrul Walidain, Mochammad Zaenuri, Ahmad Bustomi, dan Gian Zola. Sisanya adalah barisan pemain yang membutuhkan kesempatan untuk bisa mengangkat performa tim.
Tim asal Kota Soto itu juga sempat dipusingkan dengan hengkangnya gelandang berpaspor Irak, Brian Ferreira, yang hijrah ke PSIS Semarang. Sampai sekarang, belum ada nama yang menggantikannya mengisi slot Asia.
Sedangkan tiga slot pemain asing bebas konfederasi telah dihuni oleh trio asal Brasil. Mereka adalah bek Demerson Bruno Costa, gelandang Guilherme Batata, dan striker Ivan Carlos. Tiga nama itu diharapkan bisa mendongkrak performa tim.
Satu hal yang menjadi catatan adalah pelatih Iwan Setiawan memberikan porsi latihan bola mati yang cukup besar.
Setidaknya itu terlihat saat timnya menang 3-0 atas Lamongan FC, Sabtu (14/8/2021).
Iwan Setiawan kemungkinan akan menerapkan itu kepada timnya di BRI Liga 1 2021/2022. Dia pun tampak senang saat skema ini berhasil dimanfaatkan anak asuhnya saat menggulung Lamongan FC.
“Latihan set-piece kami alhamdulillah sukses. Walaupun tadi ada banyak gol tercipta lewat bola mati, itu memang bagian dari taktikal set-piece kami. Tak hanya attacking set-piece, kami juga terus berlatih defending set-piece,” tandas pelatih Persela Lamongan itu.
Pemain Bintang
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3517940/original/085284300_1626949011-4.jpg)
Kedatangan Ivan Carlos ke Persela Lamongan pada musim ini mendapat sambutan meriah.
Striker asal Brasil itu juga menunjukkan ketajamannya saat timnya menang 3-0 atas Lamongan FC. Semua gol itu diborong Ivan Carlos. Iwan Setiawan mulai melihat ada potensi Ivan Carlos untuk menjadi tumpuan timnya.
Secara terang-terangan, pelatih berusia 53 tahun itu menyebut keberhasilan Persela Lamongan pada musim ini bakal berada di pundak pemain Brasil berusia 31 tahun itu. Sang pelatih berencana membentuk tim terbaik yang akan menopang Ivan Carlos.
Namun, pelatih asal Medan itu merasa Ivan Carlos belum mencapai level yang optimal. Iwan pun sering berdiskusi dengan penyerang asal Brasil itu agar bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
“Ivan Carlos sekarang ini masih belum seperti Ivan Carlos yang dulu kita kenal. Secara pribadi saya katakan kepadanya, saya bilang kalau tim ini banyak bergantung sama dia,” kata pelatih asal Medan tersebut.
“Jadi saya meminta tolong kepadanya agar bisa kembali seperti dulu. Saya mencoba melakukan pendekatan seperti itu karena itu satu usaha kami untuk bisa memaksimalkan performa dia lagi,” ungkapnya.
Bagi Persela, Ivan Carlos tentu saja bukanlah nama yang asing. Dia pernah berseragam Laskar Joko Tingkir pada musim 2017 dan berhasil menyumbang 14 gol dari 27 pertandingan.
Dengan kemampuannya di depan gawang lawan, Ivan Carlos diprediksi akan bersinar kmebali bersama Persela.
Pelatih
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3477737/original/015939900_1623241645-Iwan_Setiawan_1.jpeg)
Penunjukan Iwan Setiawan sebagai pelatih Persela Lamongan untuk musim ini cukup mengejutkan. Mereka sudah memercayakan tim kepada Didik Ludiyanto di Piala Menpora 2021, meski memang berencana merekrut pelatih berlisensi AFC Pro.
Pada akhirnya, nama Iwan Setiawan yang dipilih untuk menangani Birrul Walidain dkk. sejak 1 Juni 2021. Pelatih berlisensi AFC Pro tersebut bakal menggantikan tugas pelatih Nilmaizar yang terhenti pada 2020 akibat pandemi COVID-19.
Jabatan pelatih kepala Persela secara resmi sebenarnya lowong sejak awal tahun ini. Didik akan kembali ke jabatan sebagai asisten pelatih dengan masuknya Iwan Setiawan.
Iwan Setiawan tentu saja bukan nama baru bagi Persela dan suporternya. Pelatih berusia 53 tahun itu tercatat pernah menjadi arsitek Laskar Joko Tingkir untuk mengarungi musim 2015. Namun, petualangan musim itu tak berjalan mulus.
Penyebabnya, ISL 2015 yang saat itu merupakan kompetisi kasta tertinggi Indonesia harus terhenti akibat pembekuan PSSI oleh FIFA.
Kiprah Iwan Setiawan sendiri tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia membawa Pusamania Borneo FC (kini Borneo FC Samarinda) menjuarai Divisi Utama 2014 sekaligus tiket promosi ke kasta tertinggi.
Bersama klub yang sama, Iwan Setiawan juga mempersembahkan trofi Piala Gubernur Kaltim 2016.
Sayang, hampir semuanya tidak bertahan lama karena Iwan kerap berseteru dengan kelompok suporter klub.