BERITA BOLA

4 Modal Kuat Timnas Indonesia untuk Menjadi Juara Piala AFF 2020: Comeback

bolasingaLOUNGE – Timnas Indonesia seperti membutuhkan mukjizat pada leg kedua babak final Piala AFF 2020. Tim berjuluk Skuad Garuda itu minimal harus memberondong empat gol ke gawang Thailand dan tanpa kebobolan.

Setelah diguyur 0-4 dalam pertemuan pertama, Timnas Indonesia akan kembali menghadapi Thailand di National Stadium, Singapura, Sabtu (1/1/2022) malam ini.

Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan jelas dalam posisi terjepit. Selain tidak mudah untuk mencetak empat gol, Thailand adalah tim dengan jumlah kebobolan terminim di Piala AFF.

Dari enam pertandingan sejak penyisihan grup sampai babak final, gawang Thailand baru kemasukan sekali via winger Filipina, Patrick Reichelt pada partai ketiga Grup A.

“Leg pertama memang benar-benar sulit bagi kami. Performa Thailand sangat baik dan para pemain muda kami kurang pengalaman dan akhirnya kalah,” kata pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

“Belajar dari kekalahan pada pertemuan pertama, saya berusaha untuk membuat suasana menjadi baik. Saya tidak bisa pastikan kami bisa menang besar pada leg kedua,” tutur arsitek asal Korea Selatan itu.

Thailand memang menjadi tim terkuat di Piala AFF. Namun, bukan berarti kesebelasan dengan sebutan lain Gajah Perang itu tidak terkalahkan. Asnawi Mangkualam dkk. punya modal untuk memenangkan pertandingan bahkan hingga epic comeback yang bukan menjadi mimpi lagi.

Jadi Tim Tersubur

Timnas Indonesia adalah tim tersubur di Piala AFF. Dalam enam partai, Skuad Garuda berhasil mencetak 18 gol, unggul dua gol dari Thailand.

Pundi-pundi gol Timnas Indonesia sebagian besar berasal dari sisi sayap. Irfan Jaya memimpin dengan tiga gol, sementara Witan Sulaeman menyusul dengan dua gol.

Persebaran gol Timnas Indonesia juga merata. Evan Dimas dan Rachmat Irianto sebagai gelandang mampu menorehkan dua gol, begitu pula bek sayap kiri Pratama Arhan yang mengemas dua gol.

Shin Tae-yong harus memanfaatkan naluri tinggi para pemain Timnas Indonesia dalam mencetak gol untuk memborbardir gawang Thailand.

Punya Lini Tengah Agresif

Denyut serangan Timnas Indonesia berasal dari lini kedua. Nama-nama seperti Irfan Jaya, Witan Sulaeman, hingga Ricky Kambuaya menjadi motor penggerak Skuad Garuda.

Irfan Jaya dan Witan menyusur dari tepi lapangan, sementara Kambuaya munusuk dari lini tengah. Kontribusi ketiganya akan sangat dibutuhkan Timnas Indonesia untuk melawan Thailand.

Irfan Jaya dan Witan juga punya insting gol yang tokcer. Keduanya harus pintar-pintar dalam memanfaatkan peluang karena satu gol saja sudah berharga buat Timnas Indonesia.

Berani Bereksperimen

Taktik dan strategi Shin Tae-yong mulai terbaca. Arsitek berusia 51 tahun itu belakangan tidak berani bereksperimen dengan pakem Timnas Indonesia.

Setelah memainkan 4-1-4-1, 5-4-1, Shin Tae-yong mencoba pola 4-2-3-1 dengan mendorong Alfeandra Dewangga sebagai gelandang bertahan.

Formasi itu justru dapat dieksploitasi Thailand. Beberapa gol Gajah Perang pada leg pertama bermula dari lini tengah yang seharusnya dikawal oleh Dewangga dan Rachmat Irianto.

Untuk mengejar defisit empat gol dari Thailand, Shin Tae-yong dapat menjajal formasi menyerang dengan komposisi menyerang pula, seperti 4-3-3 misalnya. Sebab, situasi saat ini memaksa Skuad Garuda untuk nothing to lose.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *